Puisi : Narasi Batetangnga

Gunung, sungai, sawah, dan hawa ;
aksara yang tak mampu ditafsirkan para penunggunya.

Amoral, serakah, tamak, dan keangkuhan,
ialah pengejawantahan ilusi semesta yang fana.

Semuanya menjadi kejemawaan masa,
yang mencoba menyangkal hakikat keluhuran,
memaksa penunggu-penunggu muda
melupakan alegori masa dini.

Ikhtisar dari narasi Batetangnga ;

Ia bagai konglomerasi folklor yang luput dikisahkan
dalam bait ode yang mengalun pelan dipanggung peradaban.

Bagai cenderasa yang berbasuh pinta keampuhan,
tak mampu lagi menebas batang ilusi futuris.

Lalu, bagaimanakah ia dimasa mendatang ?
penulis naskah pun enggan
membuka lembaran berikutnya.

Fazlul R. Zain

Pamu’tu / 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: